Orang lain yang Peduli
Membantu dan menolong orang lain termasuk ke dalam perilaku jenis prososial atau lebih khusus lagi disebut sebagai altruisme. Perilaku ini berarti perilaku yang bertujuan untuk menguntungkan orang lain dan bukan diri sendiri.
Perilaku seperti menolong, menenangkan, berbagi, dan bekerja sama (Batson,1998). Walster dan Piliavin (19'72) mendefinisikan altruisme sebagai perilaku menolong yang sukarela, tidak menuntut pengorbanan dari pelakunya, dan digerakkan oleh sesuatu di luar harapan untuk mendapatkan keuntungan material ataupun keuntungan secara sosial (misalnya dipandang baik oleh lingkungan).
Perilaku prososial biasanya muncul saat seorang manusia menyadari bahwa ada pihak lain yang mengalami kesulitan. Sebagai mahluk sosial, manusia dididik untuk mematuhi serangkaian peraturan dan norma dalam menjalani hidupnya. Salah satu hal yang selalu diajarkan pada kebanyakan orang sejak kecil adalah kebiasaan untuk menolong orang lain.
Kebiasaan ini akan tertanam di dalam diri manusia dan akan muncul secara otomatis saat melihat sesama yang membutuhkan. Selain itu, manusia membutuhkan kemampuan saling bekerjasama dan saling membantu saat dihadapkan pada satu masalah.
Ada satu kisah nyata dari pengalaman saya ketika suatu hari saya sedang mengalami kecelakaan ringan yaitu jatuh dengan motor.
Suatu hari dihari Minggu dengan cuaca yang kami biasa katakan tidak bersahabat, artinya dipagi itu lagi terjadi hujan deras dan angin sedang. Keadaan itu mengharuskan kami yang hendak beribadah khususnya umat Kristiani haru memakai perlengkapan seperti jaket, celana panjang kain, mantel/jas hujan, kantong kresek/plastik untuk melindungi tas dan isi tas kami lainnya.
Pagi itu saya sebagai guru sekolah Minggu harus melayani Anak Sekolah Minggu untuk beribadah seperti biasanya yang kami lakukan di Minggu pagi pukul 08.00 s/d selesai. Setelah keluar dari rumah dengan cuaca yang ada, saya menuju tempat ibadah yang jaraknya kurang lebih 1/2 Km dari rumah saya. Dihari yang sama saya juga sebagai anggota Paduan Suara akan Mamuji Tuhan pada ibadah jam 09.00 digereja kami GKI Maranatha Klasis Biak Selatan Provinsi Papua.
Setelah sampai pada tempat ibadah Sekolah Minggu, kami mulai beribadah pada jam 08.35 dikarenakan cuaca dan anak-anak yang datangnya agak lambat. Lanjut..
Kira-kira sekitar jam 09.02 kami selesai ibadah Sekolah Minggu, saya langsung menuju gereja dimana kami Paduan Suara akan bernyanyi. Yah.. kalau dihitung waktunya saya sudah sangat terlambat karena ibadahnya sudah mulai dari jam 09.00 yaa..
Next..
Beberapa menit kemudian kami dipersilahkan memuji Tuhan dengan lagu pujian kami. Baru sekitar 5 menit saya duduk sehabis nyanyi, saya di info bahwa masih ada 1 pos pelayanan Sekolah Minggu kami yang belum beribadah karena tidak ada guru Sekolah Minggu. Sayapun bergegas pergi menggunakan motor saya ke tempat dimana anak-anak itu sedang menunggu untuk beribadah.
Sesampainya saya disana, saya melihat bahwa anak-anak tersebut sedang makan bersama, ternyata ibadahnya baru saja selesai sekitar 5 menit yg lalu. Saya pun diundang oleh keluarga tempat ibadah untuk ikut makan bersama. Sambil makan saya dan bapak serta ibu keluarga bercerita tentang pelayanan kami Disekolah minggu. Banyak hal yang kami bicarakan terkait pelayanan ini, termasuk rencana dan program kerja tahunan kami untuk Sekolah Minggu.
Tidak terasa waktu menunjukan pukul 11.37, saya harus pulang karena belum sempat masak juga dirumah saya. Setelah pamit pulang, saya langsung mengendarai motor saya untuk pulang.,
(Pertanyaannya : Apakah cuaca masih sama sampai siang hari ?...🤔🌧️)
Iya, masih tetap hujan dan angin ketika saya pulang. Dari rumah tempat ibadah tadi saya keluar/pulang dengan penuh sukacita, sebab walaupun cuaca kurang baik namun ada semangat dan sukacita tersendiri buat saya bahwa anak-anak tetap punya kerinduan untuk beribadah.
Tak lama dalam perjalanan saya, saya mengalami kecelakaan ringan yaitu motor yang saya kendarai terpeleset dan terombang-ambing ditengah jalan, saya pun jatuh dan tertimpa motor. Puji Tuhan tidak ada 1 pun tubuh saya yang luka berat, hanya tubuh saya yang terasa sakit karena kecelakaan tadi. Disaat yang sama saya melihat banyak orang menyaksikan tepat dimana saya jatuh, namun yang saya sesali adalah mereka hanya melihat tanpa ada perasaan/terdorong untuk menolong saya. Dan yang menolong saya adalah orang lain yang tidak pernah saya duga, siapakah mereka yang menolong saya ??...
Mereka ada 2 orang pemuda, yang saat itu melintas dan tidak sengaja melihat saya sedang mendorong motor saya ke pinggiran jalan setelah jatuh. Mereka bergegas menolong saya dengan melihat dan menanyakan keadaan saya,endorong motor saya dan menasehati saya ketika hendak berkendara. Luar biasa, saya bersyukur karena masih baik-baik saja tanpa kekurangan suatu apapun dari kecelakaan itu. Saya menyebut mereka "Orang lain yang Peduli". Alasan saya menyebut mereka orang lain adalah karena mereka berbeda kepercayaan dan berbeda suku/ras dengan saya dibandingkan dengan banyaknya orang yang menyaksikan kejadian itu adalah mereka yang 1 kepercayaan dengan saya.
Tak lupa saya mengucapakan kata 'Maaf' karena telah merepotkan mereka, dan juga Terimakasih karena telah menolong saya walaupun hanya sebentar lewat pertolongan kecil. Bagi saya, ada banyak orang baik yang peduli dengan sesamanya, walaupun berbeda suku, agama, ras, usia dan lain sebagainya. Bahwa perbedaan itu bukan batasan untuk saling menolong dan berbagi, demikian terlebih lagi bagi kita yang 1 ras, suku, agama, dll.
Mungkin cerita saya hanya terlihat sederhana bagi kalian yang membacanya, tetapi dari cerita inilah saya menyadari bahwa ketika orang lain bisa menolong kita tanpa pamrih kenapa kita tidak bisa juga melakukannya ?!!..
Hidup ini bukan tentang saya, keluarga saya, teman-teman saya, kenalan saya, apa yang saya punya, tetapi hidup adalah tentang bagaimana kita membawa diri kita menjadi yang terbaik bagi semua orang meskipun mereka berbeda dengan kita.
Saya yakin pernyataan saya diatas juga adalah salah satu aturan agama yang membuat hidup kita bisa jadi orang-orang yang baik, bijak, dan berguna seperti kata Firman Tuhan :
Lukas 10:27
Jawab orang itu: Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."
-Semoga kalian juga diberkati untuk memberkati orang lain.
-Semoga kalian juga bisa menjadi "Orang lain yang Peduli".
-Semoga Kalian juga bisa menjadi penolong bagi orang lain.
Tuhan Yesus memberkati..🙏

